Pilih Kost bebas daerah kota

Rabu, 20 Januari 2010

Penghasilan Terus Mengalir Dari Usaha Kost-Kostan


Banyaknya pelajar mahasiswa dan pegawai yang berasal dari luar daerah menjadikan pemilik kost-kostan menikmati keuntungan darinya. Usaha ini dapat dijalankan hanya dengan memanfaatkan kamar dirumah yang tidak lagi dipakai atau berpenghuni.

Bisnis kost-kostan memang cukup menjanjikan, terlebih di kota-kota pusat perdagangan atau di kota-kota pelajar dan industri.

Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulannya, sebagai usaha jangka panjang, pemilik kost-kostan bisa menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah.

Pengelolaan usaha kost-kostan ini juga tidak begitu rumit. Bila tidak mau repot mengurusi anak-anak kost, pemilik bisa mempekerjakan orang lain untuk pengelolaan tiap hari dan hanya melakukan kontrol dan pengecekan berkala saja.

Fasilitas & Pemasaran

Untuk fasilitas dari masing-masing usaha kost-kostan juga bermacam-macam. Ada yang dari mereka menyediakan fasilitas yang diisi dengan ranjang dan dilengkapi meja tulis, almari, kamar mandi dalam.

Bahkan untuk kost-kostan yang membidik pasar atas yakni anak-anak orang kaya, biasa dilengkapi dengan fasilitas alat pendingin ruangan juga telepon sendiri. Namun banyak juga yang menyediakan kamar kosongan untuk diisi sekehendak penyewa kamar.

Pemilik kost-kostan tak cukup hanya memasang plang “menerima kost” di depan pondokannya. Mereka harus aktif menjaring pasar. Caranya, bisa dengan menyebarkan selebaran penawaran atau brosur ke kampus-kampus, kantor-kantor atau warung-warung yang ramai dikunjungi. Bila perlu memberi iming-iming pada calon penyewa seperti gratis sewa satu bulan untuk penyewa yang membayar sewa enam bulan sekaligus.

Memberikan kelonggaran dalam waktu pembayaran dan mempertahankan harga lama bagi penghuni lama juga bisa dilakukan sebagai alternatif untuk memasarkan usaha kos-kosannya.

Lokasi, Pengelolaan & Harga Sewa

Lokasi kost-kostan yang pas juga perlu diperhatikan. Selain dekat dengan kampus atau tempat kerja, diusahakan memiliki akses yang mudah untuk ke daerah lain. Dengan demikian harga yang ditawarkan ke calon konsumen bisa tinggi.

Contohnya adalah kost-kostan “Dhiya Nisa”, yang berada di daerah Pugeran, Yogyakarta. Letak kost-kostan ini berdekatan dengan beberapa kampus dan kantor pajak yang membuat kost-kostan ini tidak pernah kosong.

Saat ditemui tim bisnisukm, ibu Erna Zulianti, pemilik kost-kostan “Dhiya Nisa” bercerita banyak perihal usaha ini. Awalnya adalah keinginan untuk mendapatkan tambahan pemasukan selain dari penghasilan suaminya yang bekerja di perusahaan swasta. Dengan persetujuan suaminya akhirnya mbak Erna, panggilan akrabnya, membangun beberapa kamar untuk dijadikan usaha kost-kostan.

Pengelolaan sepenuhnya ia lakukan sendiri dengan dibantu satu orang pembantu yang dipekerjakannya untuk membersihkan area kost-kostan sekaligus untuk menjaga keamanan kos.

Sebagian besar anak-anak kost yang tinggal di “Dhiya Nisa” adalah mahasiswa dan pegawai. Tarif yang dipasang untuk masing-masing kamar bervariasi. Mulai dari 150.000 sampai dengan 200.000 tergantung dari besarnya kamar yang disewa. Harga ini menurut pengakuan mbak Erna, belum termasuk uang listrik untuk penambahan perangkat seperti komputer, dispenser dan televisi.

Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Sewa kamar rata-rata Rp. 200.000/bulan
Sewa 20 kamar kost = Rp. 200.000,00 x 20 x 12 = Rp. 48.000.000

Pengeluaran
Listrik dan air = Rp. 600.000 x 12 = Rp. 7.200.000
Gaji pegawai = Rp. 500.000 x 12 = Rp. 6.000.000
Biaya perbaikan (cat, pompa air, keran air, dll) = Rp. 3.000.000
Total pengeluaran = Rp 16.200.000

Keuntungan bersih per tahun
Rp 48.000.000 – Rp 16.200.000 = Rp 31.800.000
http://bisnisukm.com/
Dipublikasikan pada 20 April 2009 oleh admin Kategori Peluang Bisnis

Rumah petak dan kos-kosan

Kumpulan Artikel - Biz Idea
Written by admin
Friday, 10 August 2007

Saat ini kebutuhan akan rumah petak untuk disewakan pada kalangan berpenghasilan menengah kebawah rasanya bisa jadi salah satu alternatif pemasukan bagi kita yang kebetulan mempunyai modal berupa (atau untuk membeli) sebidang tanah dan penambahan biaya bahan bangunan sederhana.

Apa saja yang kira-kira dibutuhkan dan perlu dipertimbangkan dalam mempersiapkan bisnis sewa-menyewakan rumah petak ini? Simak beberapa masukan berikut dari anggota milis Dunia Wirasausaha.

Hal pertama untuk menentukan bagus tidaknya prospek bisnis rumah petak dimasa yang akan datang adalah lokasi. Anda bisa membeli atau membangun rumah petak di daerah dekat pabrik misalnya, tentunya dengan harapan agak kelak para buruh pabrik akan memerlukan rumah petak anda untuk disewa. Biasanya harga sewanya adalah antara Rp 200,000 sampai Rp 250,000.

Contohnya daerah Cibinong. Sebuah harian yang terkenal dengan iklan barisnya baru-baru ini menawarkan iklan sebagai berikut: dijual rumah berlantai 250m2 yang terdiri dari empat buah rumah petak dimana listrik dibagi untuk empat rumah tersebut, tandon air satu buah seharga 180 juta dengan perkiraan sewa antara Rp 250,000 – Rp 300,000 per rumah.

Nampaknya, koran pun bisa menjadi masukan kita untuk mencari dan menentukan lokasi penyewaan rumah petak sekaligus membandingkan harga-harga.

Lokasi strategis lainnya adalah yang berada di wilayah perkantoran atau kampus. Tentunya rumah petak disewakan sebagai kos-kosan dengan fasilitas yang lebih lengkap sehingga bisa disewakan dengan tarif Rp 300,000 – Rp 400,000 per kamar per bulan. Tarif ini disesuaikan lagi dengan utilitas yang disediakan atau ditanggung oleh pemilik seperti listrik dan air dan fasilitas lain seperti TV, AC dan komputer.

Suasana juga akan ikut menentukan tarif sewa. Kebanyakan mahasiswa yang jauh dari orang tua (walau satu kota sekalipun) cenderung memilih rumah kos yang terasa homy. Misalnya dengan pengadaan lahan hijau (taman belakang) rumah.

Pembayaran Sewa

Perbedaan dalam hal pembayaran untuk rumah petak biasa dan kos-kosan biasanya tidak menggunakan kontrak sewa (kebanyakan). Para mahasiswa membayar lebih dulu dimuka untuk tiga bulan pertama, selanjutnya pembayaran perbulan seperti biasa.

Masalah yang mungkin timbul dalam hal pembayaran adalah penagihan uang sewa. Hal ini menjadi penting karena selalu saja ada kemungkinan penghuni yang 'bandel' dan mangkir dalam hal pembayaran.

Karena itu, sangat disarankan untuk:
Mempunyai data yang lengkap tentang calon penyewa dan memastikan bahwa data-data tersebut benar adanya.
Mempunyai referensi yang jelas tentang darimana calon penyewa mengenal kita.
Untuk kos-kosan sangatlah penting mempunyai Ibu atau Bapak Kos untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung sehari-hari (faktor kedekatan dan kenyamanan hubungan antara penyewa dan yang menyewakan bisa jadi faktor penting dalam hal kelancaran usaha) atau paling tidak, ada satu orang pengawas harian.
Yang lain adalah meminta bantuan tetangga mengecek kos-kosan secara berkala walaupun hal ini menjadi alternatif paling terakhir.

Dua contoh pembayaran tiga bulan didepan:

Pertama
bulan 1: bayar 3 bulan
bulan 2: bayar 1 bulan
bulan 3: bayar 1 bulan, dst.
bulan N-2: tidak membayar
bulan N-1: tidak membayar
dimana N adalah bulan penyewa keluar dari kos

Kedua (biasanya lebih mudah diterapkan)
X menyewa mulai Januari 2004. Pada saat masuk, X membayar untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Mulai bulan April X membayar bulanan seperti biasa.

Penyewa Lelaki atau Perempuan?

Ada yang berpendapat bahwa rumah petak atau kos-kosan yang disewa penyewa lelaki lebih gampang untuk dirawat secara kebersihan. Namun rasanya sih ini hal yang sangat relatif, tergantung pada individunya. Yang perlu ditekankan untuk para penyewa kos misalnya masalah kamar mandi dan toilet. Adanya larangan utnuk membuang bekas tissue atau pembalut wanita kedalam wc adalah hal yang penting untuk menghindari terjadinya bongkar pasang WC karena penyumbatan. Masalah lain seperti rokok yang dapat merusak karpet atau furniture (bila ada) juga penting untuk dikemukakan sejak awal masa sewa.

Beberapa pengalaman menyebutkan bahwa bisnis penyewaan dan atau kos-kosan biasanya sudah bisa BEP ditahun ke-3.

bahan bacaan: http://www.kontan-online.com/04/36/properti/prp.htm

Oleh:
Nadia Yuniardo dan Dini Shanti
untuk Buletin Dunia Wirausaha

TIPS MEMILIH KOS

1. Keamanan
salah satu hal yang terpenting dalam pemilihan rumah kost adalah keamanan. Berhati hati dalam memilih rumah kos, terutama yang berlokasi di tempat yang jauh dari keramaian, kurang penerangan, jalan masuk yang sempit dan sepi. Cobalah dengan keluarga berjalan di sekitar rumah kos di siang dan malam hari untuk mendapatkan perasaan apakah lingkungan rumah kost murah yang akan kita tempati merupakan area yang aman. Dapatkan informasi dari mereka yang pernah tinggal di lingkungan ini ataupun dari ketua lingkungan warga (rt/rw). Keamanan merupakan faktor yang penting dalam pemilihan rumah kos. Perhatikan juga para penjaga rumah kos (satpam), apakah mereka kelihatan profesional dan dapat diandalkan, atau hanya duduk duduk tanpa sebenarnya perduli dengan rumah kos yang mereka jaga. Terkadang penjaga rumah kos yang tidak disiplin dapat menjadi sumber masalah keamanan rumah kos.


2. Lokasi, lokasi, lokasi
carilah rumah kost yang dekat dengan tempat sekolah, kuliah ataupun kerja. Hal ini nantinya akan dapat menghemat waktu dan tentunya ini berarti menghemat uang. Kita akan lebih punya waktu luang dan tidak perlu membuang banyak waktu di perjalanan. Jakarta contohnya, adalah kota yang sangat padat, macet pula. Jalan ke sana 1 jam, jalan ke mari 1 jam, bahkan lebih. Hal ini tentunya akan banyak membuang waktu bila kita tinggal jauh dari rumah kost murah kita.

3. Akses
tempat kost murah yang dekat dengan lokasi berbagai kebutuhan kita misalnya untuk tempat makan, warnet, mini mart. Paling tidak berbagai kebutuhan dasar kita bisa terpenuhi di sini. Letak tempat kost murah dan strategis akan sangat membantu kita sebagai penghuni rumah kos.



4. Fasilitas
fasilitas merupakan tambahan dari rumah kos. Fasilitas ini membantu penghuni merasa lebih betah karena mendapatkan hal lebih untuk tinggal di rumah kost murah. Fasilitas ini seperti kabel / satelit tv, internet yang saat ini mulai dibutuhkan penghuni rumah kos, fitness, tempat bersantai, parkir kendaraan, dan lain sebagainya. Fasilitas ini dapat diberikan secara gratis ataupun perlu dibayarkan.

5. Harga
survey dulu harga sekitar lingkungan rumah kos. Harga ini tentunya sesuai dengan keadaan dan fasilitas rumah kos yang diberikan. Perhatikan harga yang terlalu murah, apakah ada masalah dengan rumah kos ini? Ataukah memang murah karena umur rumah kost murah nya yang sudah agak tua. Jangan mentang mentang murah, langsung kita iyakan untuk tinggal di rumah kos ini. Periksa dulu semuanya, kita kan tidak mungkin terus berpindah-pindah rumah kos. Rumah kos yang terlalu mahal, tentunya akan menguras kantong. Hitung hitung dulu budget yang memang kita miliki untuk tinggal di rumah kos

Senin, 14 Desember 2009

Bisnis Kos-kosan Harian

Mungkin selintas ide ini terkesan aneh karena jarang ada yang bikin, namanya juga ide bisa saja datangnya dari hasil melamun…..hmmm….dasar Uda !!!!

Ide ini tercetus melihat prospek kondisi Kota Bandung sebagai tujuan wisata favorit ditanah air, mulai dari kesegaran udaranya, wisata belanjanya yang terkenal dan wisata kulinernya yang menggiurkan, membuat semua orang pengen ke Bandung, mulai dari kalangan berduit, backpacker maupun yang kere sekalipun. sehingga kebutuhan terhadap penginapan murah meriah nan terjangkau oleh kondisi kantong minim seklaipun menjadi suatu keharusan. ditambah lagi ketika Uda browsing2, banyak sekali yang nyari informasi penginapan murah di Bandung, tapi sepertinya Nihil. ga seperti diJakarta dengan jalan jaksanya, ada lagi Jogja dengan kawasan Malioboronya dan Bali dengan Legiannya kita bisa temukan penginapan murah.

Tapi ide disini tepatnya Uda menyebut Kos-kosan harian nan murah meriah, yaitu dengan konsep kos-kosan dengan fasilitas seadanya dan minim service tapi juga tentunya murah meriah sekitar Rp. 45000..(hmm wow..yakin banyak yang nyewa deh, soalnya diBandung rata2 diatas Rp. 100an.)

Uda dengan isengnya sempat juga ngitung2 kelayakan bisnisnya untuk kapasitas 25 Kamar yaitu

1. Investasi awal sebesar Rp. 261 Juta (didalamnya termasuk Sewa tanah 1 Tahun, Bangunan baru, Interior, perangkat pendukung)

2. Operational 1tahun sebesar Rp. 89.2 Juta (didalamnya termasuk Cuci, Penggantian perangkat 20%, Air, Listrik, Gaji pegawai, Promosi, Pajak dan lain2 pertambahan nilai sebesar 20% )

Maka dengan asumsi Occupancy sebesar 100% akan menghasilkan pendapatan Rp. 404,4 Juta /tahun dengan keuntungan bersih Rp. 54, 2 Juta/ tahun, tapi yang menarik kita lihat ditahun kedua setelah investasi bangunan ditiadakan maka:

Ditahun kedua dan seterusnya, dengan asumsi Occupancy 100% akan menghasilkan pendapatan Rp. 404.4 Juta/tahun dan menghasilkan keuntungan bersih Rp. 154, 2 Juta/tahun karena investasi sudah dihitung ditahun pertama (menarik ga..??)

Tapi Uda sangat yakin, kalo dikelola serius Occupancynya bisa diatas 90% deh, jadi angkanya ga jauh2 dari itungan diatas.

Kira-kira siapa Potensial marketnya ya…hmmm??:

1. Backpacker (wisatawan berkantong cekak)

2. Calon Mahasiswa Baru yang belum punya kos-kosan

3. Pegawai/karyawan berkantong cekak yang dinas atau lagi pelatihan dari luar kota

4. Pedagang yang kulakan ke pasar baru (kemana aja deh..)

5. dll..pokoknya banyak banget tuh..

Trus promosinya gimana..hmmm..pasang aja pamflet dikampus2 ato dilokasi strategis, tapi kalo murah itu pasti dari mulut ke mulut jadi andalan deh..

Tapi sarannya kos-kosanya ga boleh pake yang ga baik yach.. rejekinya ga akan barokah lho..

Ahh udah ah, segitu dulu ide bisnisnya….kalo mo tau lengkapnya.. silahkan aja tanya ama Udanya Mietha..Uda punya itung-2an kelayakannya tuh..

hayooo…gimanaaaa..bingung ya…? hi hi hi..

Entry Filed under: Ide Bisnis. .
http://mietha.wordpress.com/2008/05/25/ide-6-kos-kosan-harian/

Minggu, 13 Desember 2009

Tips Tempat Penginapan Kost Khususnya Bagi Mahasiswa Baru

1. Sewa rumah bareng temen
Pada cara ini, kita joinan ama temen-temen untuk kemudian menyewa sebuah rumah yang disewa per tahun. Biasanya dengan cara seperti biaya kost lebih murah dan akrab / kenal dengan penghuni rumah. Dengan menyewa rumah bareng dengan teman harus ada jadwal piket bergilir, membayar listrik+air, dll. Kita juga bisa buat program di rumah kost dengan membuat kegiatan tadarus, belajar bersama sehingga kemampuan akademik dan spiritualitas kita dapat meningkat. Kalau tidak mau, silahkan cara yang ke dua ini mudah-mudahan fasilitas lengkap dengan kos murah.

2.Rumah kost-kost an
Rumah tempat kost-kost an ini ada yang jadi satu dengan rumah pemiliknya maupun terpisah bangunannya. Dan ada rumah kost yang kosong maupun kost yang sudah ada barang-barang / furniture nya. Biasanya tempat kost disewakan per bulan. Kita tidak lagi memikirkan bayar listrik, telpon, air, karena pada umumnya dikoordinir oleh pengelola kost.

Tips-tips lainnya :

1. Usahakan cari tempat rumah kost yang tidak begitu jauh dengan kampus

2. Cari tempat kost yang aksesnya mudah (baik dengan kendaraan pribadi /umum /jalan kaki).

3. Perhatikan juga jenis angkutan apa saja yang melewati kost baik siang maupun malam hari.Kalo bisa jangan ngekost di pinggir jalan banget, soalnya pasti bakal bising dengan suara kendaraan dan jangan pula nyari kost yang letaknya jauh dipedalaman.

4. Cari tau keberadaan tempat-tempat penting di sekitar kost, seperti misalnya :Tempat fotokopian, Warung / Minimarket / Pasar, Wartel, Warnet, Rental Komputer / Printing, Tempat cuci cetak foto, Puskesmas / Dokter, Terminal / Stasiun, Tempat ibadah.

5. Tanyakan pula kepada penghuni-penghuni kost yang ada disitu…. udah berapa lama mereka kost disitu?. Kalo misalnya ada yang udah kost sampe 2 tahun atau lebih, tandanya mereka betah dan kost-an tersebut kondisinya baik-baik saja.

6. Jangan lupa liat dulu anak-anak kost yang ada disitu. Cari tempat yang anak-anak kostnya orang baik-baik dan pintar. Contoh tempat kos misalnya kos Menteng / rumah Menteng.7. Tanyakan sumber air bersihnya, apakah dari sumur ataukah dari PAM? Gimana kondisi air pada musim kemarau? Jangan sampe nggak mandi gara-gara di kost kehabisan air. Cari tahu keberadaan kamar mandi / WC. Salah satu contoh tempat kost misalnya kost Menteng.

8. Jangan lupa tanyain berapa daya listrik yang ada di kost tersebut. Apakah uang kost sudah termasuk biaya listrik atau belum?. Kalo misalnya uang kostnya udah termasuk dengan uang litrik, peralatan elektronik apa saja yang boleh dibawa, kadang peralatan dibatasi atau nambah biaya listrik.

9. Lihat kondisi rumah kosnya, gimana pencahayaan dan sirkulasi udaranya. Jangan tinggal di rumah kost yang tak puny aventilasi udara dan tidak masuk cahaya matahari. Kost Menteng / kos Menteng bisa dijadikan contoh.

10. Jangan lupa liat keadaan sekitar tempat kost. Jangan sampe pas kita udah ngekost ternyata kita barui nyadar kalo daerah sekitar kost-an kita itu ternyata banyak premannya.11. Terakhir, cari yang harganya murah, fasilitas lengkap. Dengan harga kos murah tentunya menghemat biaya. Jangan sampai harga tinggi fasilitas minim.
http://ldkraudha.wordpress.com


Temukan informasi lainnya mengenai Tempat Kost | Rumah Kost | Kos Murah | Kost Menteng | Kos Menteng | Rumah Menteng hanya di Tempat Kost & Rumah Kost : Rumah Kos & Kos Murah – Kost Menteng Jakarta Pusat pada 88db.com